Kepala

Detak jarum jam di tanganku terdengar begitu jelas di telinga seiring dengan detak jantungku yang tak kalah cepat. Butiran-butiran keringat itu kini membasahi wajah pucatku, menutup mulut dengan kedua tanganku agar dapat menutupi deru nafas yang kacau tak beraturan.

Mataku terpejam sejenak, menikmati belaian angin yang terasa begitu lembut di kulit sehingga menipu inderaku.

Kegelapan masih menyapa dalam bayangan semu yang begitu nyata. Masih terasa begitu kuat dan nyata aura nafsu unruk membunuhku.

"Zarin!"
Panggilan itu membuatku semakin  bergidik ngeri.

"Zarin!"
Sekali lagi ia meneriakkan namaku.

Aku mencoba berkonsentrasi, mengumpulkan sisa-sisa energi untuk memulihkan tenaga yang terkuras saat melawannya tadi. Menenangkan diri dan mengumpulkan tenaga sekali lagi untuk mencoba melawannya lagi.

Ini di rumahku, daerah kekuasaanku, namun terasa seperti di ruang penyiksaan yang begitu sempit dan tak memiliki celah, justru aku yang tersudut olehnya. Aku terperangkap dalam gelap, dibalik lemari usang yang terletak di dalam gudang.

"Zarin, keluarlah!" Dia masih mencobaku agar bersuara.

Aku diam sembari menggenggam pisau dengan sangat erat, mulut komat-kamit merapalkan segala doa berharap ia tak menemukanku.

"Zarin keluarlah, sayang."

Suaranya begitu memikat. Terasa lembut dan hangat, namun itu jauh sebelum aku mengenalnya yang sekarang. Mati-matian ku hindari suara itu sekarang. Aku benar-benar takut mendengarkannya.

"Zarin!!!" Teriaknya semakin kencang membuatku merapatkan gigiku untuk menyembunyikan rasa kagetku barusan.

Braakk!!

Jantungku terasa akan meloncat keluar mendengar tendangannya ke lemari usang tempat persembunyianku. Aku spontan menggenggam semakin erat pisau di tanganku dengan gemetar. Kakiku lemas. Aku ketakutan setengah mati.

"Hei" Sapanya, dengan seringai kecil yang membuatku memejamkan mata.

Aku menoleh kaku, dia sudah berada di depanku dengan sebuah kapak di tangannya. Dia menyeringai lalu mengayunkan kapaknya ke arahku secepat kedipan mata.

Tak.

Darah segar muncrat, kepalaku menggelinding jatuh ke lantai.

I'm die. 


Gue mau ngasih bonus ah, 

Keren kan, style rambut terbaru. Yang pgn tau judulnya, nih gue kasih "The Human Centipede" unik sih, tonton ajalah.

Komentar