Kala itu, ketika senja datang menghiasi langit yang terlihat muram. Dengan percaya dirinya ia menebar kedamaian bagi dunia. Memancarkan warna jingga yang masuk hingga ke jiwa.
Aku duduk di tengah lapangan luas, tempat terindah menikmati senja. Bersama segelintir manusia penikmat senja. Siapakah mereka? Mereka adalah orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi luar biasa. Sama halnya dengan diriku.
Lalu, untuk apa kami duduk disana memandangi senja yang menyalang jika lebih baik mengejar mimpi-mimpi luar biasa itu? Semesta pun tau jawabannya. Seperti kata "luar biasa", banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan matang untuk menggapainya. Mempersiapkan segalanya secara terperinci, berlarian kesana kemari hingga rasa lelah pun menghampiri. Disaat itulah, waktu terbaik untuk menikmati senja. Anugerah terindah yang dibuat oleh-Nya.
Lelah datang, pasti akan datang. Namun dapat tergantikan oleh indahnya pancaran jingga yang masuk hingga ke jiwa. Meluapkan keluh-kesah yang berkeliaran di kepala. Diskusi bersama berbagi cerita.
Tenang, satu kata yang dapat mewakili perasaan kami saat itu. Benar-benar terhanyut mengikuti arus cahayanya. Mengabadikan setiap momen indah kami disana, mengukir setiap cerita bermakna. Memberikan kisah yang terpajang indah di dalam sukma, tak akan terlupa.
Namun, senja itu akan beranjak pergi. Padahal kami tidak pernah siap untuk kehilangannya. Memintanya untuk menetap abadi saja, sebagai pendengar terbaik dikala kami menceritakan lelahnya perjuangan ataupun setiap hal gembira yang datang, menjadi saksi dalam menggapai mimpi-mimpi kami.
Senja tersenyum, menggenggam erat setiap telapak tangan kami seraya berkata "Kalian benar-benar hebat, tidak pernah menyerah dalam menggapai mimpi-mimpi luar biasa itu. Akan tetapi kalian harus tetap semangat, berjuang menembus segala rintangan meskipun tanpa adanya 'senja' yang menemani. Aku harus pergi, tugasku sudah tuntas hari ini. Jangan pernah bersedih, senja akan selalu ada untuk menemani tepatnya di relung hati yang terdalam."
Hati terasa berguncang, gelap akan datang. Senja beranjak pergi, meninggalkan kami disini. Masih terdiam, mencoba menerima kenyataan.
Meskipun enggan untuk membiarkannya pergi, namun kami tidak pernah bisa menentang takdir semesta.
Kami percaya, senja akan selalu ada menemani.
Komentar
Posting Komentar